Wednesday, January 13, 2016

Pengalaman Chiropractic

Bismillahirohmanirrohim,

Berhubung sedang santer berita dan pengetahuan tentang Chiropractic, maka saya sebagai salah satu pasien Chiropractic ingin berbagi pengalaman saya menjalani terapi Chiropractic.

Oya, yang tertarik tentang cerita ini silakan cari tau dulu apa itu Chiropractic, karena saya ga akan jelasin tentang Chiropractic. Saya hanya akan jelasin pengalaman saya. hehe

Saya memulai rutin menjadi pasien Chiropractic bulan September 2015 masih s.d sekarang (Januari 2016). Baru 3 bulanan.

Oya untuk info: Saya wanita (25 tahun),single, badan kurus normal, dengan aktivitas kerja kantoran. Domisili saat ini ada di Bali.

Jadi kenapa saya memutuskan untuk ikut terapi Chiropractic?
1. Backpain. Saya punya keluhan backpain terutama di bagian bahu, punggung dan leher yang suka pegel-pegel. Karena pegel, saya rutin pijat paling engga sebulan sekali. Pernah suatu ketika karena merasa kurang enak saya pijat 2 minggu sekali. Saya merasa pijat hanya menghilangkan gejala dan relaksasi sesaat. Backpain saya ga pernah bener-benar hilang. Tentu dalam rangka backpain ini saya juga berusaha untuk minum air putih yang banyak, olahraga rutin dan ikut yoga. Tetapi karena ga bisa fokus dan ga bisa rajin, hasilnya ya jadi engga maksimal. hehe. Saya sering merasakan backpain sejak kuliah, tapi karena sekarang kerja kantoran, jadi makin kerasa pegel-pegelnya.

2. Cepat lelah. Low Energy Level. Jam tidur saya lebay. Saya mudah ngantuk dan mudah lelah. Saya selalu ngidam bobok siang. Menurut saya ada kaitanya juga dengan badan yang engga bugar dan backpain. Saya pernah rutin sarapan buah dengan harapan saya ga terlalu ngantukan. Low energy level ini hanya berlaku ketika saya ada di kantor dan di kos. Kalau saya lagi jalan-jalan, lelah masih kalah sama perasaan excited. Hehe.

3. Saya tukang mabuk perjalanan tingkat dewa. Dari kecil, saya separah-parahnya tukang mabuk perjalanan. Semakin kesini semakin parah. Saya ga tau ini alasan yang tepat engga untuk ke Chiropractic. Saya gambling. Tapi saya ga punya solusi lain tentang masalah mabuk perjalanan ini. Apalagi mabuk perjalanan ini menyulitkan saya banget yang hobi jalan-jalan. Berbagai tips udah saya coba untuk mengatasi mabuk perjalanan ini, antimo, dll tapi engga ada yang berhasil. Menurut saya mabuk perjalanan ini ngasih alarm ke tubuh saya bahwa ada yang ga beres dengan tubuh saya.

Alasan Pendukung:
1. Saya sedikit bungkuk (dari kecil)
2. Saya skoliosis derajat ringan (Yang baru saya tau setelah saya cek pertama kali di klinik Chiro)
3. Bahu saya kaku banget (Frozen Shoulder)

Lalu bagaimana proses awal mula Chiropractic saya?
Ada 2 tempat Chiropractic di Bali sebut saja Chiro A lokasi di Kuta dan Chiro B lokasi di Seminyak. Dua-duanya chiropractornya bule.

Awalnya saya nganter temen ke klinik Chiro A karena dia menderita skoliosis. Karena ada promo, saya ikut cek kondisi badan saya. Ada serangkaian tes fisik, tes keseimbangan dan pemeriksaan fisik dari dokter Chiropractor secara kasat mata. Dari pemeriksaan fisik tersebut sebenarnya chiropractor sudah tau apa yang salah dengan badan saya, seperti skoliosis, kemudian energy saya ke block makanya saya gampang capek, tangan saya ga ada energynya, dan bahu saya yang kaku banget dll. Setelah itu saya disuruh ronsen terlebih dahulu di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sela-sela pemeriksaan saya diberi tontonan video pengetahuan tentang Chiropractic.

Beberapa hari kemudian setelah selesai ronsen saya ke klinik lagi untuk pembacaan ronsen. Waktu ronsen saya diberitahu kondisi saya melalui ronsen tersebut yaitu skoliosis dan kepala yang terlalu maju gara-gara habit yang engga bagus. Kemudian saya diminta berbaring untuk adjustment. Adjustment ini adalah proses terapi Chiropractic dimana seperti badan disetel untuk membenarkan struktur tulang belakang.. Di beberapa adjustmen akan ada adegan kepala dan pinggang seperti dipluntir hingga bunyi kreek. Saya sebut ini istilahnya dikretek. Karena saya udah pernah liat proses adjustment teman yang selalu dikretek, ya saya percaya aja. Proses adjusmentnya ga sampai 5 menit.

Setelah sesi pertama adjustment itu, selama sebulan saya ngerasa lebih seger, lebih ga ngantukan dan badan saya kerasa lebih enak, bangun tidur juga lebih segar. Saya sampai mikir, ya ampun berapa waktu yang saya habiskan cuma buat capek, pegel-pegel dan tidur mulu....

Karena di klinik Chiro A ini mahal dan pakai program paketan, maka saya belum terlalu ingin rutin untuk ikut terapi di Chiro A ini. Sekali pertemuan 800rb, kalau ikut paket, perpertemuan 550rb.

Kemudian beberapa bulan kemudian saya searching di Internet dan ketemulah Chiro B di area seminyak.
Di Chiro B ini lebih antik lagi sih. Pemeriksaan fisiknya lebih cepat. It seems like the Chiropractor talked and listened to my body. haha. dan di Chiro 2 ini memiliki metode Chiropractic yang berbeda, yaitu menggunakan alat yang bernama Activator. Alatnya seperti pegas dan memberikan tekanan ke badan ketika di cetok-cetokin ke badan. Jadi bayangin bolpen klik klik gitu dicetokin ke badan. Kemudian kadang kepala saya cuma digoyang-goyang. Dari sini saya searching lagi bahwa ternyata ada beberapa metode dalam Chiropractic. Dan metode activator ini 'katanya' lebih minim pressure daripada metode yang sering pakai kretek. Karena saya juga ngerasa tekanan nya ga gitu keras dan ga sakit, saya percaya aja. Tapi kadang kadang saya dikretek juga di kepala dan pinggang. Dan sebenernya setelah dikretek itu badan akan kerasa lebih rileks.

Kemudian apa yang saya lakukan?
Saya ikut terapi Chiropractic di Chiro B karena harganya lebih murah yaitu 350rb per pertemuan. Dibayar di setiap pertemuan. Waktu di awal saya diminta datang dua minggu sekali, setelah dokter merasa kondisi saya membaik saya diminta datang 3 minggu sekali. Kemudia saya juga diminta dokternya untuk meninggikan layar komputer, kalau tidur terlentang dan melakukan exercise yang diajarkan dokternya. Walau simple katanya apa yang saya lakukan akan membantu kondisi saya agar lebih baik.

Percaya atau engga dengan Chiropractic?
Selama menjalani terapi ini saya sering browsing masalah Chiropractic. Chiropractic sudah familiar di luar negri tapi belum di Indonesia. Dan banyak artikel pro kontra tentang Chiropractic ini. Mulai dari dokter scam lah, Chiro tidak akan menyelesaikan keluhan, skoliosis tidak akan bisa disembuhkan dengan chiro dan sebagainya. Karena saya merasa lebih baik dan percaya dokternya maka saya yakin untuk mengikuti terapinya. Dan saya alhamdulillah belum mengalami keluhan selama menjalani terapi.

Hasilnya?
Setelah 3 bulan ini saya ikut Chiropractic,
1. Saya engga pernah pijat lagi
2. Jam tidur saya lebih bagus. Bangun tidur engga se sleepyhead dulu.
3. Saya udah jalan jakarta-bogor, jakarta-bandung, kuta-ubud. semua naik bis dan ga mabuk horeee. Buat saya ini prestasi karena kuta-denpasar (30 menit) aja saya pernah muntah. :(
4. Pada kasus teman saya yang skoliosis, dia merasa pegel-pegel dan nyerinya karena skoliosis hilang.

begitulah pengalaman saya selama ini. Saya masih harus banyak belajar untuk mengenali tubuh dan memutuskan apa yang akan saya lakukan pada tubuh saya. Saya juga harus senantiasa hati-hati. Semoga senantiasa diberi petunjuk. Aamiin.




No comments: