Wednesday, January 13, 2016

Pengalaman Chiropractic

Bismillahirohmanirrohim,

Berhubung sedang santer berita dan pengetahuan tentang Chiropractic, maka saya sebagai salah satu pasien Chiropractic ingin berbagi pengalaman saya menjalani terapi Chiropractic.

Oya, yang tertarik tentang cerita ini silakan cari tau dulu apa itu Chiropractic, karena saya ga akan jelasin tentang Chiropractic. Saya hanya akan jelasin pengalaman saya. hehe

Saya memulai rutin menjadi pasien Chiropractic bulan September 2015 masih s.d sekarang (Januari 2016). Baru 3 bulanan.

Oya untuk info: Saya wanita (25 tahun),single, badan kurus normal, dengan aktivitas kerja kantoran. Domisili saat ini ada di Bali.

Jadi kenapa saya memutuskan untuk ikut terapi Chiropractic?
1. Backpain. Saya punya keluhan backpain terutama di bagian bahu, punggung dan leher yang suka pegel-pegel. Karena pegel, saya rutin pijat paling engga sebulan sekali. Pernah suatu ketika karena merasa kurang enak saya pijat 2 minggu sekali. Saya merasa pijat hanya menghilangkan gejala dan relaksasi sesaat. Backpain saya ga pernah bener-benar hilang. Tentu dalam rangka backpain ini saya juga berusaha untuk minum air putih yang banyak, olahraga rutin dan ikut yoga. Tetapi karena ga bisa fokus dan ga bisa rajin, hasilnya ya jadi engga maksimal. hehe. Saya sering merasakan backpain sejak kuliah, tapi karena sekarang kerja kantoran, jadi makin kerasa pegel-pegelnya.

2. Cepat lelah. Low Energy Level. Jam tidur saya lebay. Saya mudah ngantuk dan mudah lelah. Saya selalu ngidam bobok siang. Menurut saya ada kaitanya juga dengan badan yang engga bugar dan backpain. Saya pernah rutin sarapan buah dengan harapan saya ga terlalu ngantukan. Low energy level ini hanya berlaku ketika saya ada di kantor dan di kos. Kalau saya lagi jalan-jalan, lelah masih kalah sama perasaan excited. Hehe.

3. Saya tukang mabuk perjalanan tingkat dewa. Dari kecil, saya separah-parahnya tukang mabuk perjalanan. Semakin kesini semakin parah. Saya ga tau ini alasan yang tepat engga untuk ke Chiropractic. Saya gambling. Tapi saya ga punya solusi lain tentang masalah mabuk perjalanan ini. Apalagi mabuk perjalanan ini menyulitkan saya banget yang hobi jalan-jalan. Berbagai tips udah saya coba untuk mengatasi mabuk perjalanan ini, antimo, dll tapi engga ada yang berhasil. Menurut saya mabuk perjalanan ini ngasih alarm ke tubuh saya bahwa ada yang ga beres dengan tubuh saya.

Alasan Pendukung:
1. Saya sedikit bungkuk (dari kecil)
2. Saya skoliosis derajat ringan (Yang baru saya tau setelah saya cek pertama kali di klinik Chiro)
3. Bahu saya kaku banget (Frozen Shoulder)

Lalu bagaimana proses awal mula Chiropractic saya?
Ada 2 tempat Chiropractic di Bali sebut saja Chiro A lokasi di Kuta dan Chiro B lokasi di Seminyak. Dua-duanya chiropractornya bule.

Awalnya saya nganter temen ke klinik Chiro A karena dia menderita skoliosis. Karena ada promo, saya ikut cek kondisi badan saya. Ada serangkaian tes fisik, tes keseimbangan dan pemeriksaan fisik dari dokter Chiropractor secara kasat mata. Dari pemeriksaan fisik tersebut sebenarnya chiropractor sudah tau apa yang salah dengan badan saya, seperti skoliosis, kemudian energy saya ke block makanya saya gampang capek, tangan saya ga ada energynya, dan bahu saya yang kaku banget dll. Setelah itu saya disuruh ronsen terlebih dahulu di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sela-sela pemeriksaan saya diberi tontonan video pengetahuan tentang Chiropractic.

Beberapa hari kemudian setelah selesai ronsen saya ke klinik lagi untuk pembacaan ronsen. Waktu ronsen saya diberitahu kondisi saya melalui ronsen tersebut yaitu skoliosis dan kepala yang terlalu maju gara-gara habit yang engga bagus. Kemudian saya diminta berbaring untuk adjustment. Adjustment ini adalah proses terapi Chiropractic dimana seperti badan disetel untuk membenarkan struktur tulang belakang.. Di beberapa adjustmen akan ada adegan kepala dan pinggang seperti dipluntir hingga bunyi kreek. Saya sebut ini istilahnya dikretek. Karena saya udah pernah liat proses adjustment teman yang selalu dikretek, ya saya percaya aja. Proses adjusmentnya ga sampai 5 menit.

Setelah sesi pertama adjustment itu, selama sebulan saya ngerasa lebih seger, lebih ga ngantukan dan badan saya kerasa lebih enak, bangun tidur juga lebih segar. Saya sampai mikir, ya ampun berapa waktu yang saya habiskan cuma buat capek, pegel-pegel dan tidur mulu....

Karena di klinik Chiro A ini mahal dan pakai program paketan, maka saya belum terlalu ingin rutin untuk ikut terapi di Chiro A ini. Sekali pertemuan 800rb, kalau ikut paket, perpertemuan 550rb.

Kemudian beberapa bulan kemudian saya searching di Internet dan ketemulah Chiro B di area seminyak.
Di Chiro B ini lebih antik lagi sih. Pemeriksaan fisiknya lebih cepat. It seems like the Chiropractor talked and listened to my body. haha. dan di Chiro 2 ini memiliki metode Chiropractic yang berbeda, yaitu menggunakan alat yang bernama Activator. Alatnya seperti pegas dan memberikan tekanan ke badan ketika di cetok-cetokin ke badan. Jadi bayangin bolpen klik klik gitu dicetokin ke badan. Kemudian kadang kepala saya cuma digoyang-goyang. Dari sini saya searching lagi bahwa ternyata ada beberapa metode dalam Chiropractic. Dan metode activator ini 'katanya' lebih minim pressure daripada metode yang sering pakai kretek. Karena saya juga ngerasa tekanan nya ga gitu keras dan ga sakit, saya percaya aja. Tapi kadang kadang saya dikretek juga di kepala dan pinggang. Dan sebenernya setelah dikretek itu badan akan kerasa lebih rileks.

Kemudian apa yang saya lakukan?
Saya ikut terapi Chiropractic di Chiro B karena harganya lebih murah yaitu 350rb per pertemuan. Dibayar di setiap pertemuan. Waktu di awal saya diminta datang dua minggu sekali, setelah dokter merasa kondisi saya membaik saya diminta datang 3 minggu sekali. Kemudia saya juga diminta dokternya untuk meninggikan layar komputer, kalau tidur terlentang dan melakukan exercise yang diajarkan dokternya. Walau simple katanya apa yang saya lakukan akan membantu kondisi saya agar lebih baik.

Percaya atau engga dengan Chiropractic?
Selama menjalani terapi ini saya sering browsing masalah Chiropractic. Chiropractic sudah familiar di luar negri tapi belum di Indonesia. Dan banyak artikel pro kontra tentang Chiropractic ini. Mulai dari dokter scam lah, Chiro tidak akan menyelesaikan keluhan, skoliosis tidak akan bisa disembuhkan dengan chiro dan sebagainya. Karena saya merasa lebih baik dan percaya dokternya maka saya yakin untuk mengikuti terapinya. Dan saya alhamdulillah belum mengalami keluhan selama menjalani terapi.

Hasilnya?
Setelah 3 bulan ini saya ikut Chiropractic,
1. Saya engga pernah pijat lagi
2. Jam tidur saya lebih bagus. Bangun tidur engga se sleepyhead dulu.
3. Saya udah jalan jakarta-bogor, jakarta-bandung, kuta-ubud. semua naik bis dan ga mabuk horeee. Buat saya ini prestasi karena kuta-denpasar (30 menit) aja saya pernah muntah. :(
4. Pada kasus teman saya yang skoliosis, dia merasa pegel-pegel dan nyerinya karena skoliosis hilang.

begitulah pengalaman saya selama ini. Saya masih harus banyak belajar untuk mengenali tubuh dan memutuskan apa yang akan saya lakukan pada tubuh saya. Saya juga harus senantiasa hati-hati. Semoga senantiasa diberi petunjuk. Aamiin.




Friday, July 24, 2015

Pop Up mind (1) : Is it time to Say Goodbye?

tis it time to say goodbye?

(Tulisan yang dibuat karena saya maksa diri buat nulis)

Chapter setelah masa kuliah adalah chapter yang benar-benar baru. Kita benar-benar masuk ke chapter baru dimana ini hari hari bukan lagi sekolah, belajar dan main. Masa ini adalah masa transisi dari pelajar/mahasiswa ke fase keluarga atau kemapanan. Ada banyak hal di balik itu.

Nongkrong dan piknik adalah kegiatan favorit saya dan teman-teman selama ini. Janjian, berkumpul, makan dan piknik dengan repetisi yang sama. Bahkan hingga sekarang. Kemudian muncul di pikiran, sampai kapan mau kayak gini?

Ini bukan masalah untuk saya dan teman-teman SD,SMP, SMA. Karena sebagian besar teman sekolah warga jogja dan 95% perempuan. Kami cewe cewe selalu punya waktu dan kesempatan main dan nongkrong. Kami bisa saja berkumpul dengan gaya yang disesuaikan dengan kebutuhan umur. Tapi bersama teman-teman laki-laki saya waktu kuliah... mungkin lain cerita. Lain dengan waktu sekolah yang kebanyakan sisterhood, di kuliah saya mengalami brotherhood. Menyenangkan, banget, tapi saya sudah memutuskan untuk move on. Suatu saat brotherhood ini akan berkahir.

Perlukah saya merasa ini diakhiri?

Karena toh, waktu ga akan sebanyak dulu. Hidup ga seselo dulu. Dan mungkin akan ga etis apabila laki-laki dan perempuan sering nongkrong. Mau sampai kapan, kumpul, nongkrong, dan ngobrol ngalor ngidul kabur dari rutinitas rutin minimal 2 minggu sekali? Masih mau main-main?

Overthinking.

Pada akhirnya, saya pengen berteman dengan siapapun. Saya pengen main sampai tua. Menjalin silaturahmi kapanpun dengan siapapun kalau ada kesempatan. Saya pengen nambah teman, nambah komunitas. Saya pengen mengenal lebih banyak orang seru di luar sana. Saya pengen tetap bisa 'playfull' meskipun saya tambah umur, meskipun lingkup pergaulan juga semakin sempit.

Mungkin semakin tambah umur semakin bakal ngerasa semakin dikit orang yang akan dikenal. Tapi saya berharap masih akan bertemu banyaaaaak lagi orang menyenangkan untuk jadi teman. And of course, I know when the time to continue, and when to stop. :)


Sunday, May 31, 2015

Nobunaga Concerto (Dorama Review)

Setelah sekian lama akhirnya absen di blog juga. Agak nyesek juga kalau dipikir udah lama engga nulis baik offline maupun online. Padahal nulis pernah jadi hobi yang asik, dan janji janji mau rutin nulis lagi pun wacana doang. Dan kok saya jadi agak kagok dengan nulis ya. Ah elah.

Buat intermezzo, saya juga bingung mau update apa. jadi pilihan jatuh pada review dorama yang terakhir di tonton yaitu Nobunaga Concerto. Keinginan nonton dorama kuat lagi apalagi setelah menolak move on dari perjalanan ke Jepang kemarin, hehe.

Nobunaga Concerto ini merupaka dorama sejarah, juga adaptasi dari manga dan anime. Dorama ini bercerita tentang seorang pelajar SMA bernama Saburo (cast: Oguri Shun, *masih yaa cocok jadi anak SMA*) yang tidak sengaja melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, dan dia terjebak di jaman sejarah Era Sengoku. Di era Sengoku ini, Saburo bertemu oda nobunaga yang memiliki wajah mirip sekali dengan dirinya. Oda nobunaga sendiri sedang dalam perjalanan melarikan diri dari rumah, tugas dan tanggung jawabnya sebagai anak dari tetua Klan Oda. Sehingga ketika Nobunaga bertemu dengan Saburo, Nobunaga langsung meminta Saburo menggantikan dirinya menjadi Oda Nobunaga. Berbeda dengan Nobunaga asli yang cenderung kaku dan lemah, Saburo adalah pribadi yang lebih riang, dan agak slengekan. Singkat cerita ini adalah cerita tentang Saburo yang menjadi Nobunaga dan menciptakan sejarah dalam Jepang, karena nobunaga pada akhirnya adalah salah satu tokoh yang paling bersejarah dalam penyatuan wilayah Jepang.


Review dari saya adalah 

1. Saya mewek hampir di setiap Episode (Total 11 Episode). Engga deng, lebay. 5 dari 11 episode saya nangis. Agak cupu sih, nonton drama perang tapi tiap ada yang gugur saya nangis, haha. Selain prajurit gugur, ada banyak hal hal lain yang bikin saya terharu. Kayaknya ini rekor drama yang paling bikin saya mewek. Film Last Samurai lewat lah (Maaf cuma kepikiran film itu sebagai pembanding).

2. Selain bikin banyak nangis, dorama ini bikin ngakak juga. Aslinya ini dorama komedi, karena emang konyol. Jadi walaupun banyak adegan yang bikin terharu tapi dorama ini asli kocak dan bukan dorama menye-menye.

3. Waktu nonton dorama ini, saya jadi penasaran dengan sosok Nobunaga dan sejarah Jepang yang aslinya. Ternyata sejarah Jepang dan cerita di dorama ini engga jauh berbeda walaupun sebenarnya dorama ini agak diplesetkan dengan unsur time traveling. Apalagi sempat baca di suatu cerita kalau Nobunaga asli sangat suka tradisi barat, bahkan ia bisa menyebut nama nama benda dari barat walaupun belum pernah memakainya. Ia juga bisa berkomunikasi dengan orang asing walaupun sebelumnya belum pernah belajar. Aneh bangeeet. Setelah baca-baca saya jadi mikir, jangan-jangan Nobunaga yang dulu memang seorang time traveler. Anyway, ada banyak versi cerita yang menceritakan tentang Nobunaga ini, membuktikan bahwa Nobunaga adalah sosok yang sangat menarik untuk diceritakan.

4. Ada beberapa referensi yang menceritakan bahwa Nobunaga adalah pemimpin yang luar biasa kejam. Tapi dorama ini justru menceritakan yang sebaliknya. Dia adalah sosok yang protagonis. Dalam sejarah, kejahatan Nobunaga malah dijelaskan dalam skenario yang "ooo jadi ini penyebab dia jahat" Cool. Skenarionya tetep membuat Nobunaga protagonis walaupun dia melakukan hal jahat.


Hikmah lain yang saya dapet...

5. Jepang mampu bikin saya yang bahkan bukan warga negara nya jadi penasaran dengan sejarah Jepang. Setelah nonton dorama ini saya penasaran dengan cerita era Sengoku dan kisah kepemimpinan Nobunaga. Saya googling-googling artikel dan berencana beli novelnya (Tapi akhirnya menahan diri).Ketimbang dibuat serius, film ini walaupun bergenre sejarah  dibuat kocak dan asik.

6. Seperti biasa Jepang menawarkan cerita yang mengajarkan spirit of life yang tinggi, untuk berjuang dan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran. Ini lumrah sih di berbagai macam dorama, anime, film Jepang. Saya cuma harus mengingatkan diri saya biar bisa selalu memetik hikmahnya, dan ga gampang lupa. Soalnya kalau ga gitu besoknya juga udah lalalala yeyeye lagi dan lupa apa hikmah film kemarin. Rugi kan ya. Haha

7. Setelah berkali kali nonton Oguri Shun, akhirnya saya jadi agak suka karena perannya di dorama ini.



Hikmah lain...

8. Ada adegan mengharukan tentang pengabdian prajurit kepada pimpinan, ada juga kisah tokoh yang gugur dan emang mengharukan sampai bikin nangis. Dan saya bayangin, tentu kisah sahabat rasul Muhammad dan Nabi Muhammad memiliki kisah yang jauh lebih heroik dan mengharukan. Yang jepang aja bikin terharu apalagi kisah Nabi Muhammad. Perang yang Jepang aja heroik banget apalagi perang membela islam. Di sela-sela film itu saya berusaha membayangkan betapa heroik juga perang Rasul dan sahabat dalam membela islam.


Gituuuuu. Salah satu dorama terbaik di tahun duaribubelasan ini. Hehe. Dann, sekarang jam 23.00 WIB ada Float di Kompas TV. Asssiikkkk, See you.


Saturday, August 2, 2014

Hening

Sebenernya aku malu untuk bilang kalau aku masih suka menangis. Tapi aku terlalu tidak kuat menikmati keindahan-keindahan ini sendiri. Hari ini aku menangis karena kebesaran-Nya yang telah menciptakan keindahan dari cinta sebuah keluarga. Cinta itu yang selama ini menemani ku tumbuh besar, yang ketika kulihat kebelakang sebagai sebuah keindahan tak terkira. Kita belum tentu menangis melihat keindahan menara eiffel, atau keindahan ciptaan manusia lain. Tapi kita bisa menangis kalau melihat keindahan cerita cinta yang tersembunyi di balik ciptaan atau cerita manusia itu. Dan cinta menjadi indah bukan karena timbul sesekali dua kali saja, tapi berkesinambungan dari waktu ke waktu, episode demi episode  membentuk sebuah dongeng panjang, mengaitkan titik demi titik menjadi berkesinambungan. Aku merasakan keindahan cinta dari keluarga seperti keindahan rumitnya sistem tata surya, seperti keindahan pergantian siang dan malam, seperti keindahan hamparan bukit bukit dan lautan bening. Bahwa di balik keindahan-keindahan itu, ada kuasa dan kebesaran-Nya. PS: Tangisan ini bukan karena ada momen khusus, ia terbesit begitu saja dalam pikiranku. (Mungkin juga karena sedang memasuki periode pms, ambil hikmahnya sadja. :)

Tuesday, April 8, 2014

Jendela 3F

Ini adalah foto jendela kelas 3 smp saya, jendela 3F. Posisi nya ada di pojok nomor 2 dari belakang, baris paling kanan. Posisi ini saya daulat sebagai posisi yang paling pewe. Kalau bisa dateng sekolah pagi, maka pasti pilih tempat ini. Di jendela itu kita bisa godain siapa-siapa (terutama adik kelas) yang lewat, trus ketawa ngakak-ngakak, anginnya sepoi-sepoi karena kelas suka panas blum ada ac, dan tempat itu tempat yang asik buat ngobrol sama bangku pojok. Foto ini di capture pake camera hape saya jaman smp. Saya inget waktu itu saya capture jendela itu karena mikir jendela 3F ini bakal jadi sesuatu yang dikangenin. Rasanya kayak pengen mem-pause waktu dan terus-terusan ngrasain pewenya ada di situ. Waktu itu saya juga mikir, saat-saat pewe ini, ga pengen cepet berakhir. Saya akan dimana ya 5 , 10 tahun lagi? Apa yang akan saya liat? Apa saya bakal dapet tempat yang lebih menyenangkan dari kelas ini? Yes, I believe in yesterday.

Saturday, March 29, 2014

(Harusnya) Petualangan Baru

Dulu, salah satu alasan saya pengen kerja di airport,adalah saya pengen menjamah wilayah baru di airport tersebut. Kalau saya kerja di Lombok misalnya, saya bakal punya kesempatan buat eksplore Lombok. Saya bakal punya kesempatan berpetualang dan ngliat tempat baru. Dulu gitu sih, niatnya. Hingga sekarang kenyataan ga bisa segitunya. Saya payah. Akhirnya sekarang saya di Bali. I have to be grateful for this. Tapi saya nya sekarang sama sekali ga asik. Harusnya saya bisa nikmatin setiap detiknya disini. Tapi ternyata biasa aja. Saya kehilangan soul dan feeling buat jadi petualang (cailah, lebay banget). Kemudian saya coba-coba flashback lagi pengalaman-pengalaman dulu. Dulu waktu saya udah lulus kuliah saya pengen ke Pare buat les bahasa inggris. Saya nikmatin banget setiap prosesnya, naik kereta ekonomi, lanjut naik angkot, kebingungan nyari tempat kursusnya, geret-geret koper dannn sebagainya. Tapi saya enjoy banget walau prosesnya kaya orang susah banget. Disana, saya nikmatin banget pergi ke tempat les naik sepeda bareng temen-temen, Sejauh mata memandang juga ngliatnya orang-orang pada sepedaan. Saya suka banget pemandangan orang-orang naik sepeda, sepeda diparkir dimana-mana. Gitu,kalau kita enjoy, hal-hal sepele pun kita suka, bikin senyum-senyum sendiri. Yah, banyak lagi yang saya ingat di masa-masa kemaren, waktu saya pergi, ke suatu tempat kemudian bisa melihat setiap detailnya, bisa menikmati setiap detiknya. Saya bukanya ga betah di sini, but I lost something. Saya pernah bilang sama temen, saya biasa aja di Bali, trus dia bilang, “cara nikmatin itu, kamu harus jadi turis setiap hari, jadi kamu bisa penasaran, dan nantinya kamu bisa ngliat sekitar kamu secara detail” Hardisk saya rusak lagi, saya pengen nyibukin waktu saya dengan menulis. Sejelek, segak penting, selabil apapun tulisanya.

Tuesday, December 24, 2013

Fans Baru WGM *wink*

Adalah jam tidur sedang tersita gara-gara nonton  variety show korea, We Got Married. Dan akhirnya aku masuk golongan penonton acara itu haha. Baru 20an episode dari satu pasangan sih (Goguma couple), tapi ada beberapa hal menarik yang aku dapetin dari satu couple WGM ini .

Singkat cerita WGM adalah variety Show Korea, yang mempertemukan sepasang artis yang awalnya belum terlalu kenal, menjadi satu pasangan yang pura-puranya menikah. Tapi mereka ga bersama-sama tiap hari, cuma pas syuting aja. Tapi mereka tetep berpura-pura berkomitmen menikah selama berbulan-bulan sampai akhirnya program acaranya selesai dengan durasi tergantung situasi, bisa setahun lebih bahkan.

Dan saya cukup amazed sama pasangan ini (Goguma Couple) yang sementara saya anggap representasi orang korea dalam hubungan pertemanan, hubungan laki-laki perempuan. Terlau cepat ngejudge sih, siapa tau ga semua pasangan kayak gini. hehe

Pertama, rasa malu nya masih tinggi (IMHO). Jadi ketika pertama kali ketemu orang ga bisa langsung akrab, dan ga akan sok akrab. Awkward ya awkward aja gitu. Dan awkward-awkward ini nunjukkin kalau pergaulan itu eksklusif, ga bebas, ga semua orang bisa deket. Bahkan banyak artis yang aslinya pemalu. Jaga sikap, jaga jarak klo belum deket dan mati gaya. haha

Kedua, pergaulan mereka terjaga. Beberapa karena memang dilarang punya pacar kan. Si artis cewek bilang, aku baru kali ini ke dorm laki-laki. Sedangkan si cowok bilang, kamu perempuan pertama yang ke dorm kami. Tapi emang keliatan sih, kalau pergaulan mereka lebih terjaga.

Ketiga, minim skinship. Sebenernya mereka bisa dengan mudahnya skinship, sekedar gandengan tangan, nepuk pundak dan sebagainya. Di Indonesia aja skinship itu gampang dan lumrah dalam pertemanan. Tapi di pasangan ini skinship is a big deal. Jadi cuma nepuk pundak, tos aja, bukan hal biasa. Jadi ketika beberapa kali ada skinship, berarti itu progress, komentator di studio WGM itu bakal heboh, dan bikin penonton juga gemes. hehe

Keempat, ini dari pasangan yang lagi aku tonton sih, dua kali ketika main billiard bareng, si cewek (Seohyun) udah berpakaian yang sopan, rapi dan tertutup sebenarnya. Normal! Tapi entah kenapa si cowok (Yonghwa) tetep makein jaket tertutup ke seohyun ketika main billiard. Salah satu cara si pria ngelindungi dan ngejaga siwanitanya.

Jadi ada beberapa hal yang bikin tersentil, dan cukup sesuai dengan prinsip islami*loh*. Meskipun ya emang sama sekali engga islami. (dan konsep perjodohan ini mengingatkan pada taaruf haha). Tapi bikin aku cukup respek sama cara mereka bergaul. Bahkan mungkin cara mereka menjaga pergaulan lebih baik daripada orang Indonesia. Mungkin sih.... belum tentu. Tapi paling engga itu yang sekelumit aku tonton dan dapatkan.Who knows?;)